You are here
Home > Berita Indonesia > PLN Janji Akan Beli Listrik yang berasal dari Sampah di 7 kota 2.500/Kwh

PLN Janji Akan Beli Listrik yang berasal dari Sampah di 7 kota 2.500/Kwh

PLN Janji Akan Beli Listrik yang berasal dari Sampah di 7 kota 2.500/Kwh

PLN Janji Akan Beli Listrik yang berasal dari Sampah di 7 kota 2.500/Kwh РPT  Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) pagi ini menandatangani Memorandum Of Understanding ( MOU ) dengan rangka perjanjian Jual РBeli Lstrik dari pembangkit listrik yang bertenaga sampah ( PLTSA) dengna 7 Pemerintah daerah percepatan yang termasuk dalam Peraturan Presiden ( Perpres) dengan nomor 18 Tahun 2016 Ketujuh daerah tersebut yaitu :

  1. DKI Jakarta
  2. Tangerang
  3. Bandung
  4. Semarang
  5. Surakarta
  6. Surabaya
  7. Makassar

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) Bapak Sofyan Basir mengatakan bahwa perjanjian ini di tanda tangani untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Bertenaga Sampah ( PLTSA ) akan di beli oleh PT PLN dengna harga yang layak dengan adanya Memorandum Of Understanding ( MOU) ini,PT PLN Memberikan jaminan itu.
“MOU ini berkesepakatan kedua belah pihak bahwa pemkot akan mengembangkan PLTSA dan PLN akan membeli”Ujar Bapak Sofyan Basyir usai melakukan tanda tangan MOU dengan 7 Pemkot di Kantor Pusat Perusahaan Listrik Negara ( PLN ),Jakarta,Senin 06 Desember 2016.

Bapak Sofyan Basyir menjelaskan bahwa PLN akan membeli listrik yang bertenaga sampah ini dari pengembangan PLTSA dengan harga yang layak,peraturan Menteri ESDM dengan Nomor 44 Tahun 2015 yaitu dengna harga US $ 18,77 Sen/KWH atau setara dengan harga Rp.2.496 /KWH.
“Investor sudah mendapat kepastian bahwa ini akan di beli oleh pihak PLN dengna harga yang sesuai Permen ESDM dengan Nomor 44 Tahun 2015,Tarif Flat selama 20 Tahun mengacu pada Permen ESDM Nomor 44 Tahun 2015″Ujar Bapak Sofyan Basyir.

Tetapi dia menambahkan,Feed In Tariff listrik dari PLTSA bisa saja berubah di karenakan saat ini Kementrian ESDM sedang mengkai ulang aturan-aturan Feed In Tariff ( FIT ) dengan energi baru untuk saat ini.”Kami akan patuh sama kebijakan ESDM. Tapi hari ini kami mengacu pada keputusan lama karena sampah ini kan persoalan. Jadi kami ingin berpartisipasi menangani sampah perkotaan supaya mereka (pemkot) bisa jalan dulu (pembangunan PLTSa),” Ujar Bapak Basyir Sofyan.
Harga Listrik yang bertenaga Sampah ini yang relatif tinggi di bandingkan rata-rata biaya pokok produksi ( BPP ) listrik PT PLN ini sudah pasti menambah subsidi listrik,BPP Listrik PLN saat ini dengan harga sekitar Rp.1.352/KWH,sedangkan Feed In Tariff Listrik yang bertenaga sampah Rp.2.496/KWH ,yang di artikan pemerintah harus mensubsidi Rp.1.144/KWH.

 

Top